Selasa, 13 Oktober 2015

Sinopsis Sassy go go (cheer up!) episode 3 part 2


Orang tua murid dari anggota bark ho mendatangi ruang kepala sekolah semua protes karena anak mereka telah di manfaatkan untuk kepentingan soon ah.kepala sekolah bilang jika ini semua salah paham,mereka ta akan bisa lulus universitas seoul hanya dengan nilai akademik.jadi dengan ini cara membantu mereka untuk lulus. Salah satu orang tua murid berkata bahwa mereka telah memeriksa sebelum datang ke sekeloh,mereka mengancam akan mengungkapkan semua kejadian ini. Diluar ruangan ada seseorang yang sedang mengambil foto kericuhan antara kepala sekolah dan para wali murid,ia mengirim foto ke dinas pendidikan.
Direstauran mewah ibu yeon doo di ajak makan siang dengan ayah kim yeol. Ibu yeon doo heran dengan semua ini dan menanyakan ada apa sebenernya apakah ada yang special hari in?ayah kim yeol bilang tidak seperti itu,ayah kim yeol mengeluarkan kotak sepertinya kotak cincin. Ayah kim yeol mengisyaratkan pelayan untuk mengeluarkan pesanannya tepat saat itu ibu-ibu wali murid baek ho masuk kerestauran dan akhirnya ayah kim yeol membatalkan rencananya.sepertinya ayah kim yeol ingin melamar ibu yeon doo. Ayah kim yeol mengajak ibu yeon untuk pulang, ibu yeon doo penasaran kenapa tiba-tiba mengajaknya pulang padahal baru saja memulai makan. Ayah kim yeol bilang jangan menoleh dan keluar saja, karna penasarannya ibu yeon doo ia menoleh dan pas tahu bahwa yang datang ibu soo ah dan wali murid yang lainnya ibu yeon doo mengendap-ngendap untuk keluar restaurant. Ibu soo ah meminta untuk semua menikmati makanan yang tersedia, salah seorang wali murid berkata "bagaimana kau mau bertanggung jawab dengan masalah ini? Karna kau memangaatkan anak kami hanya untuk spesifikasi soo ah. Anda pasti tahu kan, dia akan sulit masuk ivy". Ibu soi ah "apa anda pikir aku bergerak tanpa berpikir sama sekali? Apa pikir hanya soo ah yang akan terancam?" Semua wali murid mulai menunduk mendengar penjelasan ibu soo ah, dir lee "fakta bahwa anda tidak melaporkan ke media dan dinas pendidikan. Jelas sekali ada yang anda inginkan bukan?" Wali murid lainnya berkata bahwa mereka tidak ingin menghancurkan masa depan soo ah dan menyarankan untuk membagi ke untungan dengan ide cheerlaeder yg ibu soo ah buat, ibu soo ah dan dir lee tersenyum melihat perubahan para wali murid yang sekarang melunak dan mendukung ide'anya.
Di jalan pulang ibu soo ah mendapat telepon dari ibu jae young yang memberitahukan bahwa harus hati-hati dengan kepala sekolah choi. Ibu soo ah menutup teleponnya dengan marah. Dir lee "saat seperti ini, lebih aman jika kita bekerja sama dengan mereka" ibu soo ah "merekalah yang akan menjadibirang pertama yang mengkhianatiku, apakah kau bisa menghubungi instruktur cheerleader untuk mengubah rencana?" 

Di sekolah anak seorang wanita yang berjalan lenggok-lenggok bak model, siswa laki-laki melihat dengan takjub. Guru tar bum datang mengusir mereka dan menanyakan kepada si wanita apa yang bisa dibantu dan memperkenalkan diri bahwa dia guru disekolah sevit, saat wanita itu menoleh dan membuka kaca mata pak guru tae bum kaget karna wajah wanita itu biasa saja. Dia menanyakan ruang kepala sekolah dan guru tae bum memberitahu arah jalan ke ruang kepala sekolah.
Di dalam ruang baek ho semua anggota cheerleader berkumpul mereka saling berhadapan antara real king dan baek ho, club baek ho sedang sibuk belajar sedangkan club real king hanya melihat kegiatan club baek hoo. Ternyata si wanita tadi itu adalah instruktur cheerleader, ia memasuki ruang baek ho dan memperkenalkan diri nama'a adalah nam jung ah. Guru jung ah menjelaskan rencana cheerleader kepada semua anggota, club real king akan berada di depan karna mereka tau dasar menari sedangkan club baek ho berada dibelakang karna tidak mengetahui cara menari. Tapi yeon doo protes karna itu sama saja yang berkeringat hanya club real king, dan guru jung ah mengatakan bingo. Yeon doo bilangnitu tak adil dan mereka tak setuju, guru jung ah bilang hidup ini memang tak adil, jadi mereka harus terbiasa dan dia dibayar dengan tugas ini. Di luar ruangan yeon doo menehir soo ah "apa kau yang menyewanya?" Soo ah "dia adalah instruktur spektrum, bukannya kalian senang dan agar real king kembali kan?" Yeon doo "apa kau pikir kami bergabung hanya untuk kalian baek ho? Kami tidak setuju." Soo ah menyarankan kenapa kalian tidak masuk dan mendiskusikannya sendiri dan keputusan pemeran utama bukan berada dalam keputusan kalian, soo ah berjalan pergi meninggalkan real king begitu saja. Kim yeol melihat perdebatan mereka hanya diam saja dan pergi meninggalkan real king juga, ha joon menanyakan keseriusan kim yeol untuk gabung dengan tim cheer dan kim yeol mengiyakan karna senang melihat mereka selalu bertengkar. Soo ah keluar ruangan dengan membawa hasil ujiannya dan hasil ujiannya buruk karna banyak jawaban yang salah. Soo ah mendapatkan telepon dari dir lee yang mengabarkan bahwa ibunya akan mampir kesekolah dan mengingatkan untuk tidak melakukan hal yang ceroboh dan menanyakan hasil ujiannya sempurna kan. Soo ah merasa ketakutan ia berjalan ke belakang sekolah dengan gelisa dan mengambil rokok yang ia sembunyikan diantara batu bata,saat akan menyalakan rokok itu ia merasakan kehadiran orang lain, saat ia menoleh ternyata ad dong jae yang sudah melihatnya memegang rokok sontak soo ah membuang roko itu dan berjalan pergi tetapi dong jae mengambil rokok itu dan mengejar soo ah. Akhirnya soo ah bethenti dan menanyakan kenapa dong jae terus saja mengikutinya? Dong jae memberikan sebatang rokok yang soo ah jatuhkan tetapi soo ah tidak mengakuinya dan membuang rokok itu. Setelah soo ah pergi kim yeol muncul dari belakang dong jae dan berkata " apa aku saja yang mengenbalikannya? Aku ingin membantu temanmu, kang yeon doo. Aku berutanh padanya." 
Kim yeol menjegat jalannya soo ah dan menunjukan rokok yang dibuangnya tadi " ini adalah milik u kan? Ha dong jae yang memberitahuku" Soo ah mengatakan apa mau kim yeol? Kim yeol bilang bahwa pembagian tugas di cheerleading itu tidak adil. Bukannya soo ah lah yang memberikan ide pembagian tugas itu? Kim yeol lalu memasukan rokok soo ah kedalam tasnya soo ah dan menoleh ke  yeon doo dan bertanya “Kau setuju, Kang Yeon Doo?” ternyata yeon doo mendengar pembicaraan soo ah dengan kim yeol. Soo ah bilang lakukan sesukanya kim yeol dan pergi meninggalkan kim yeol dan yeon doo. Yeon doo bertanya sebenarnya apa yang terjadi, kim yeol menjawab tunggu dan lihat saja. Kim yeol akan pastika mereka semua bekerja sama sesuai kinginan yeon doo.
Di dalam kelas pak guru tae bum kim yeol memberitahukan bahwa dompetnya hilang, guru taee bum langsung menyuruh semua siswa untuk mengeluarkan barang yang ada di dalam tas mereka dan mengunci pintu kelas. Guru tae bum mulai berkeliling, soo ah ingin mengeluarkan isi yang ada dalam tasnya tetapi saat melihat isi dalam tasnya rokok yang tadi ia simpan masih ada di dalam. Soo ah melirik kim yeol dan kim yeol tersenyum, yeon doo melihat keduanya seperti menyadari akan hal yang tidak beres. Saat guru tae bum sudah dekat dengan soo ah, yeon doo memanggil guru tae bum dan memberutahukan bahwa ompet kim yeol sudah di temukan, yeon doo memberikan isyarat ke kim yeol. Guru tae bum menanyakannya kebenaran itu dan kim yeol bilang ia sudah menemukannya ada di dalam laci mejanya. Soo ah akhirnya bisa bernafas lega, guru tae bum membubarkan siswa dan member nasehat ke kim yeol untuk lebih teliti. Soo ah melirik kim yeol dengan kesal.

Yeon doo mengajak kim yeol bicara menanyakan kenapa kim yeol beruat seperti itu? Kim yeol “Kau mungkin ga paham karena kau ga pintar...Aku lakukan untuk membantumu. Aku ingin Kwon Soo Ah juga melakukan kerja sama di cheerleading.” Soo ah melihat dan mendengar pembicaraan mereka dan ia memilih pergi saat kim yeol menanyakan kenapa yeon doo melakukannya tadi padahal yeon doo juga membencinya soo ah langsung berhenti seperti ingin mendengar jawaban yeon doo “Benar. Tapi aku lebih benci jika harus berbuat seperti itu.” Soo ah yang mendengarnya lalu berbalik mendekati mereka dan menampar yeon doo “ ini jawabanku atas trik kotormu.” Kim yeol bilang bahwa soo ah salah paham dan ini idenya, dong jae datang dan bertanya kepada yeon doo apakah dia baik-baik saja? Soo ah “kau senang semua pada peduli padamu. Tapi, bisa kau berhenti memprovokasiku? Kalau kau teruskan, aku juga bisa seperti kalian.”
Soo ah dating kembali kebelakang sekolah dan mengeluarkan rokok dalam tasnya saat ia ingin membukanya ia diingatkan masa lalu saat yeon doo melarangnnya merokok dan berkata “ga bagus buat kesehatanmu.Kenapa? Nilaimu turun?” Soo ah cerita bahwa teman smpnya bunuh diri, dia berada di urutan satu dan dia berada di tv dan Koran seharian. Ibu soo ah bilang semua oranmg turut berbelasungkawa dan mengingat urutan kesatunya. Sedangkan soo ah hanya berada di peringkat kedua untuk kedua kalinya. Yeon doo bilang itu tak masalah, lihat dia yang urutan ke 196 walaupun ibunya selalu memarahi yeon doo itu maklum dilakukan oleh semua ibu-ibu. Tepat saat itu ibu yeon doo memarahi yeon doo dan yeon doo akbur agar tak kena pukulan ibunya. Soo ah melihat keakraban anak dan seorang ibu. Kembali dimasa kini soo ah ragu untuk membuka rokonya tiba saja ada sms masuk dari ibunya yang memberitahu bahwa dia sudah berada di parkiran. Soo ah membuang rokonya dan pergi menemui ibunya.
 Di ruang latihan basket semua anggota cheerleader latihan, guru tae bum meliihat mereka latihan. Semua anggota sepertinya kelelahan dan guru jun ah member istirahat 5 menit. Anggota real king tak sama sekali kelelahan bahkan setelah latiha itu mereka tetap tertawa dan bercanda, berbeda dengan baek hooo mereka merasakan sakit di badannya dan seperti ingin muntah. Saat yeon doo ingin pergi kekanin ia tak sengaja menyenggol kaki soo ah yang sedang istirahat, yeon doo meminta maaf bahwa dia tak sengaja. Soo ah bertanya kenapa di kelas yeon doo melakukan itu, yeon doo menjawab bahwa ia tau kelemahan soo ah adalah rokok. Soo ah menyuruh yeon doo untuk tidak saling peduli mulai dari sekarang. Soo ah “Menurutmu...Kau ada di kelas atas. Tapi kenapa aku kasihan padamu?” soo ah “Kasihan beraninya kau? Kau ga bisa melukaiku, tapi...Aku akan menyerang di tempat yang paling sakit.Kau pikir aku akan melepasmu begitu saja?” dong jae dating memberikan minuman key eon doo, mereka berdua pergi meninggalkan soo ah. 

Sepertinya soo ah  mempnyai rencana karena soo ah menemui club basket dan memberikan soal ujian untuk 2 orang club basket, soo ah bilang jangan terlalu kasar melakukannya. Kim yeol melihat apa yang di perbuat oleh soo ah dan pergi begitu saja. Saat pertandingan basket semua siswi wanita bersorak menyemangati  dong jae. Tiba-tiba saja dong jae di tarik tangannya oleh lawan yang disuruh oleh soo ah. Dong jae terus saja jadi incaran lawannya dan mereka bermain sangat kasar. Kim yeol dating ke lapangan basket dan melihat semuanya dan melihat yeon doo yang terus member semangat ke dang jae. Yeon doo berteriak agar jangan sakiti dang jae saat itu soo ah dating mendekati yeon doo dan berkata “Dia bertahan lebih lama dari dugaanku.aku penasaran tentang dia yang takut kontak fisik.” Yeon doo bilang soo ah sudah gila, soo ah memperingatkan yeon doo untuk tidak membuat dirinya marah, soo ah lalu pergi meninggalkan yeon doo. Dong jae terus saja menjadi incaran lawannya, salah satu lawannya mendekap dong jae, dong jae mulai lunglai dan yeon doo berteriak untuk tidak menyentuh dong jae. Iba saja dong jae jatuh pingsan, yeon doo mendekati dong jae dan memanggil namanya, soo ah melihatnya panic dan memilih unuk cepat-cepat pergi.
Di luar ruangan kim yeol memanggil soo ah dari belakang “ini semua ulahmu kan? Tentang Ha Dong Jae.” Soo ah “Bukan salahku. Kang yeon Doo yang memulainya, Dia menyuruhnya untuk memberikan rokok padamu dan menertawaiku. Dia yang salah.” Kim yeol “ Bukan. Itu salahmu.Kau tahu bukan begitu kejadiannya. Kau tahu kalau Kang Yeon Doo ga melakukannya.aku ga tahu kenapa kau melakukannya, kau salah memilih orang, Aku yang harusnya kau pukul. Kenapa kau melakukan ini padanya?” soo ah mulai merasa bersalah.
Diruang UKS dong jae sudah sadar dan sedang meminum susu, yeon doo bertanya apakah tidak apa-apa jika dong jae tak kerumah sakit? Dong ja bilang ia tak apa-apa. Yeon doo mengambil kotak tisu dan memukul-mukul dong jae yang bilang dia tak apa-apa. Lalu dong jae meyakinkan yeon do bahwa dia sungguh tidak apa-apa, yeon doo duduk disamping dong jae dan terlihat muka sedih yeon doo dan ia meminta maaf karna ini salahnya. Soo ah berjalan lunglai dan berhenti melihat hpnya yang mengabarkan siswa smp bunuh diri, itu teman soo ah yang diceritakan ke yeon doo waktu itu, ia bertanya kepada temannya itu apakah dia sudah bahagia? Soo ah bilang bahwa dirinya belum bahagia, tetapi dia harus tetap berusaha dan bertekad walaupun dia tak bahagia. Soo ah ,melihat foto bersama temannya dan memanggil nama temannya so young.Kenapa kebahagiaan membuatku sedih?

Yeon doo berjalan memasuki gedung sekolah dengan dong jae ia melihat soo ah yang berjalan lesu, saat soo ah sadar di depannya ada yeon doo dia berjalan dengan sombongnya melewati yeon doo dan dong jae. Yeon doo tidak dapat menahan kesalnya, ia mengambil bola basket yang ada di tangan dong jae dan melempar kea rah soo ah sambil berteriak meanggil nama soo ah. Soo ah kesal dan ingin menampar yeon doo tetapi di tahan tang soo ah oleh yeon doo. Yeon doo “Kau sebegitu bencinya padaku? Kalau begitu lakukan padaku!” soo ah” Sudah kubilang jangan memprovokasiku.” Yeon doo bilang bahwa soo ah sangat menyedihkan bahkan lebih menyedihkan dia telah memanfaatkan penderitaan orang lain. Yeon doo memegang pundak soo ah dan berbisik “ aku ga masalah kau jadi gadis sialan, seetidaknya hiduplah sebagai manusia.” Setelah berkata itu yeon doo pergi meninggalkan soo ah, dong jae diam saja dan heran melihat kejadian barusan.

Kembali keruang latihan dimana semua anggota cheer latihan fisik kembali, saat melakukan dengan cvepat salah satu anggota club baek hoo terjatuh dan menagis. Dia tidak mau melkukan gerakan cheer lagi karna mereka tidak mampu, guru jun ah menyeuruh mereka yang tidak mau latihan untuk keluar, akhirnya anggota baek hoo keluar kecuali kim yeol dan ha joon. Ternyata soo ah menelpon orang tuanya, semua wali murid dari anggota baek hoo dating dan protes dengan guru jun ah, kepala sekolah dating keruang latihan dan melihat kekacauan yang ada. Guru jun ah berkata bahwa dia tidak perlu dipecat karna dia akan mengundurkan diri. Entah siapa yang menelpon dinas pendidikan bahwa wali murid sedang berada disekolah untuk melakukan rencana meningkatkan nilai dengan cara membantu soal spsifikasi. Tiba-tiba pak guru tae bum dtang member kabar bahwa tuan joo dari dinas pendidikan sudah ada disekolah sevit.semua orang tua murid dan kepala sekolah panik, terkecuali kim yeol dan pak guru tae bum tersenyum melihat kepanikan semua orang

Bersambung ke episode 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar